Cerpen Persahabatan "Sahabat Kecilku, Clarisa Kimara"


Title: Sahabat Kecilku, Clarisa Kimara
Tema: Persahabatan
Kiriman: Diah Novrianty Utami
Referensi: Trxdiahnovrianty



Sahabat Kecilku, Clarisa Kimara

Dihari minggu pagi ini, ketika aku terbangun dari tidurku, dengan suara alarm yang menunjukkan pukul 09.00 pagi. Karena hari ini adalah hari libur, jadi aku memutuskan untuk pergi bermain ke taman. Saat di taman, akupun teringat dengan masa laluku, dimana pada saat itu aku mempunyai seorang sahabat.
Dia bernama Clarisa Kimara, sebut saja namanya Kimi. Untuk kalangan wanita, dia berparas cantik, memiliki tubuh yang tinggi, dan berkulit sawo matang. Kami sudah bersahabat cukup lama, kurang lebih sudah 10 tahun. Dan kami memiliki hobi yang sama, yaitu menyukai kucing, dan sama-sama memelihara kura-kura. Akupun mulai mengingat masa-masa saat aku masih bersamanya.

Dimulai pada saat kami tadarusan di masjid, diapun memulai pembicaraan denganku. Untuk anak seumuran kami, bisa dibilang kami dapat berinteraksi dengan cepat. Awalnya aku masih agak takut untuk berbicara dengannya, karena kupikir dia geng anak-anak yang biasanya suka ngusilin aku. Tapi ternyata dia anak yang baik, tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Semenjak saat itu, akupun jadi dekat dengannya, dan memutuskan untuk bersahabat dengannya.

Setelah beberapa lama kami bersahabat, kami pun memutuskan untuk membuat rumah pohon sebagai tempat untuk kami bersendau-gurau dengan ayunan dibawahnya, kami membuat rumah pohon itu dengan dibantu oleh kakak dan abangnya Kimi. Karena saling bekerja sama, akhirnya kami dapat menyelesaikan rumah pohon itu dengan waktu yang cukup singkat. Setelah kami selesai membuat rumah pohon itu, kami ber-empat pun naik kerumah pohon itu dan meminum teh yang sudah dibuatkan oleh mamanya Kimi.

Saat kami sedang bersantai dirumah pohon, aku memberi usul pada Kimi untuk membuat sebuah geng untuk kami berdua. Dan kami pun sepakat memberi nama geng kami “KiDTURN”. Nama geng kami ini berasal dari ‘Ki’ untuk inisial nama Kimi, ‘D’ untuk inisial namaku yaitu Diah, dan ‘TURN’ yang artinya ‘membalik’. Maksud kata turn dalam nama geng kami ini adalah artinya kami selalu bertukar pikiran satu sama lain tanpa ada yang dirahasiakan.

Keesokan harinya, aku dan Kimi jogging bersama mengelilingi komplek perumahan kami. Saat sedang asyik-asyiknya jogging, tiba-tiba ada anjing yang mengejar kami dari arah belakang. Kami pun ketakutan dan berlari secepat mungkin.
“Diah!! Cepat larinya!!”, kata Kimi padaku.
“iya, iya!!”, kataku sambil mempercepat laju lariku.

Setelah berlari cukup jauh, kami berhenti di rumah pohon dan naik keatas rumah pohon itu.
“Di, jauh juga ya kita lari….”, kata Kimi dengan wajah keringatan.
“iya, capek juga ya, kamu bayangin deh, kita udah lari dari rumah pohon kita sampao taman kota…” kataku.

Setelah itu, kami duduk berhadapan dan saling berpandangan, melihat wajah kami masing-masing yang sama-sama pucat, kami pun tertawa terbahak-bahak, padahal kan seharusnya kami saling kawatir. Huh, benanr-benar sahabat yang aneh.

Banyak hal yang biasanya kami lakukan, seperti berkebun dan memanen hasil kebun kami, melakukan percobaan dan ngusilin anak-anak lain tentunya.

Pada saat kami berusia 12 tahun, dan pada saat itu kami sama-sama duduk dibangku kelas 6 SD, keluargaku memutuskan untuk pindah dari komplek tersebut. Mendengar kabar tersebut, aku sempat merasa sedih, karena aku harus meninggalkan sahabat terbaikku.
Sebelum aku pindah, aku mengajak Kimi untuk bertemu di rumah pohon, untuk bertukar kenang-kenangan. Dia memberikanku sebuah foto pada saat dia masih kecil, dan akupun melakukan hal yang sama.

“Diah, ini aku ada kenang-kenangan untuk kamu, tapi aku malu…”.,kata Kimi sambil menyembunyikan tangannya dibalik punggungnya.
“gak apa lah, kim. kasih aja, aku juga mau kasih sesuatu nih untuk kamu…”, kataku sambil menyodorkan foto masa kecilku.
“aku juga mau kasih fotoku waktu aku masih kecil…” kata Kimi sambil menahan malu.
“maaf ya, Kim… cuma ini yang bisa aku berikan, karena pindahnya benar-benar mendadak.”
“iya, gak apa-apa kok, Di. Oh ya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ke kamu. Aku cuma mau bilang sama kamu, jangan pernah ngelupain persahabatan kita, karena menurut aku, persahabatan kita ini benar-benar berharga.” Kata Kimi sambil menahan air matanya.
“iya, itu pasti…” kataku sambil tersenyum haru.

Aku merasa terharu mendengar kata-kata Kimi barusan. Bagi orang lain, mungkin persahabatan adalah sesuatu yang tidak penting untuk dikenang saat mereka sudah berpisah. Namun bagi aku dan kimi, persahabatan adalah sesuatu yang paling berharga yang pernah kami rasakan selama hidup kami. Aku selalu berharap, agar aku dan kimi akan selalu saling mengingat seumur hidup kami. Sampai aliran darah dalam tubuh kami berhenti, dan sampai tuhan mengambil salah satu dari kami kelak. Dan setelah aku memberikan kenang-kenangan tersebut, akupun pindah dari komplek itu.

3 Tahun Kemudian……

Sekarang, aku sudah duduk di bangku kelas 3 SMP. Dan akupun mulai mencari tahu tentang sahabatku yang sudah lama tidak bertemu, bahkan tidak pernah berkomunikasi lagi selama ini. Ah, aku merasa aku mulai merindukannya. Karena aku sudah dapat mengendarai motor, akupun meminta izin pada kedua orang tuaku, dan memberanikan diri untuk datang kerumahnya. Setelah sampai didepan rumahnya, aku melihat rumah pohon yang sudah 3 tahun tidak aku kunjungi. Dan tiba-tiba, ada seseorang yang keluar dari rumahnya. Dan ternyata itu adalah Kimi, sahabatku. Wah, dia benar-benar berubah, dia jadi semakin cantik.

“Kimi!” ucapku sambil berteriak. Dia sepertinya sedikit terkejut mendengar teriakanku. Namun, saat beberapa lama ia menatapku, diapun mulai menyadari kalau aku adalah Diah, sahabat kecilnya.
“Diah! Ya ampun, aku gak nyangka bisa ketemu kamu disini. Apa yang kamu lakukan disini?”
“aku kesini buat nyariin kamu, aku kira kamu sudah pindah. Ternyata kamu masih tinggal disini, syukurlah. Oh ya, bagaimana kabarmu?”
“Alhamdulillah, aku baik-baik saja. Kalau kamu?”
“akupun juga baik-baik saja. Huh, aku pikir kamu sudah melupakanku…”
“ya ampun, mana mungkin aku melupakan sahabat terbaikku ini…” ucapku sambil mencubit pipi gembulnya.
“habisnya, kamu tidak pernah menelfonku, atau paling tidak lewat social media…” ucapnya imut, lalu kemudian ia memelukku dengan erat.
“hehehe… maaf, aku kan tidak tau akun social mediamu…” ucapku polos. “kalau begitu, berikan aku nama akun social mediamu, agar kita bisa berhubungan baik lagi seperti dulu…” ucapku.
Setelah itu, akupun mendapatkan nama akun social medianya, dan akupun memberikan akun social mediaku padanya. Kemudian, kamipun kembali berhubungan baik seperti dulu lagi.

hm, setelah lama aku mengingat-ingat masa laluku, Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 .00 siang. Dan akupun memutuskan untuk pulang kerumah dan melanjutkan hari-hariku seperti biasanya dan tetap bersahabat dengan kimi, My Bestfriend Ever.