Berita Depok - Skipzen news - Dekat perempatan Gas Alam, Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Seorang pengacara bernama Si Greget (nama samaran) menodongkan pistol kearah pengunjung minimarket, ungkap seorang penjaga kasir yang masih mengingat betul kejadian saat itu. Muhammad Khadafi (20thn) .
Kejadian tersebut terjadi hari selasa (2/8/2016). Persolan ini dipicu saat adanya masalah antre di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di minimarket itu, pelaku mengarahkan pistol berpeluru karet kepada korban tersebut
Kata Khadafi, Awal mulanya, korban dan pelaku sedang mengantre di ATM yang sama, Untuk melepas penat saat menunggu seseorang yang sedang bertransaksi. Pelaku keluar sedikit dari antrean sambil melihat buah-buahan yang ada didekat mesin ATM

Pengacara Todongkan Pistol di Minimarket di Depok, Lantaran Diserobot Saat Antre ke ATM
Pengunjung yang ada dibelakangnya pun maju mengantikan tempatnya, kata khadafi
"Pas pengacara itu keluar sedikit dari antrean terus milih buah, si ibu nyerobot, mungkin enggak tau bapak itu lagi ngantre," kata Khadafi saat ditemui Kompas.com di minimarket itu di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Selasa (9/8/2016).
Pelaku lalu menegur korban dan meminta agar dia harus belajar mengantre. "Si ibu bilang, 'silakan Pak kalau mau duluan'," kata si ibu, menurut Khadafi.
Namun, pelaku menegur korban dengan nada keras. pelaku malah mengeluarkan kata-kata kasar. korban tak merespons.
"Dia (pelaku) kayak geregetan gitu, terus datangin korban kayak mau berantam lagi. Terus dilerai sama tiga orang pengunjung lain. Kata pengunjung lain, 'udah kali Pak, itu cewek, jangan terlalu berlebihan'," ujar Khadafi.
Salah seorang pengunjung menarik pelaku. Namun, dia tidak terima dan keluar menuju tempat parkir di depan minimarket tempat mobilnya berada. Beberapa menit kemudian, anda kembali masuk dengan membawa pistol.
"Terus dia masuk lagi sambil nenteng pistol. Dia bilang, siapa yang mau ikut campur, terus dia nendang meja kasir. Dia nodong, lu yang mau ikut campur, lu mau tau bunyi pistolnya gimana," cerita Khadafi.
Karena khawatir jadi sasaran. Khadafi mengaku ketakutan dan tak bisa berbuat apa-apa saat itu.
Pelaku sempat menembakan pistolnya sebanyak satu kali di luar minimarket lalu masuk lagi ke dalam minimarket.
"Bunyi letusannya sekali, gede. Pada ketakutan. Dia masuk lagi masih nodong ke korban yang cewek itu. Korbannya masih di kasir lagi mau bayar. Kata pengacara itu, 'lu salah, lu harus minta maaf'. Dia bilang gitu sambil nodong," cerita Khadafi.
korban diminta pelaku untuk mencium tangannya. Karena ketakutan wanita itu pun memenuhi permintaan pelaku.
"Korban cium tangan sambil ditoyor, terus dijorokin, terus ditendang bagian kaki satu kali. Dia (pelaku) bilang siapa yang berani lagi," ujar Khadafi.
"Saya enggak berani lihat muka pelakunya, biarpun dia di samping saya. Saya cuma nunduk dengerin aja dia ngomong. Tapi korbannya itu ketakutan, diam juga, enggak bisa apa-apa dan gemeteran," ujar Khadafi.
Pelaku yang menumpang mobil sedan diduga datang bersama sopirnya. Namun, sang sopir tidak menahan aksi majikannya itu. Sementara, suami korban yang berada di lokasi parkir bersama tukang ojek setempat, segera pergi ke pos polantas di Perempatan Gas Alam. Polisi yang diberitahu segera datang ke lokasi lalu membawa pengacara tersebut.
"Dia enggak melawan, sama dua polisi langsung dibawa," ujar Khadafi.
Kepala Polres Kota Depok Komisaris Besar Harry Kurniawan membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Pengacara itu sudah kita jadikan tersangka, sudah ditahan. Kita kenakan UU Darurat Nomor 12 dijunctokan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. Ancaman di atas 12 tahun penjara," kata Harry di tempat terpisah.
Menurut Harry, pelaku merasa kesal karena masalah antrean dengan korban di mesin ATM minimarket tersebut. Sementara pistol yang dipakai pelaku berjeniskan peluru karet.
"Pistolnya berizin, legal. Cuma dia (melakukan) penyalahgunaan senjatanya saja," ujar Harry. (Kompas.com)