Thursday, July 13, 2017

Namaku Sintia Melawati.aku adalah anak semata wayang,sebenarnya aku mempunyai kakak,tapi kakak ku sudah dipanggil tuhan.aku tinggal bersama orang tua ku.bersama ibu ku yang bernama Melawati dan bapakku yang bernama Johanna.sebernanya dia bukan bapakku melainkan bapak tiriku.aku juga bingung entah kenapa mereka bisa menikah karena aku tinggal bersama ayah kandungku dari kecil hingga berumur 5 tahun.waktu itu aku duduk dikelas 1 MADRASAH SIROJUL BANAT.sejak aku lahir orang tuaku tidak pernah akur.tanpa kusadari orang tua ku cerai,maklum saja aku tidak tau karena aku masih kecil,polos,tidak tahu apa-apa.

Tinggal Besama Ibu dan Papa tiri


Kisah Hidupku yang Kelam Tinggal Besama Ibu dan Papa tiri

ketika usiaku 6 tahun ayah kandungku mengirim aku untuk tinggal bersama ibuku,aku gembira sekali karena bisa tinggal bersama ibuku.tapi,,, pas aku melihat ada seorang lelaki bersama ibuku ternyata dia suami barunya.padahal ayahku masih sangat mencintai ibuku.aku kaget & aku sempat tak percaya.ibuku menikah tanpa memberitahuku dimana hati dia.tapi aku menerimanya dengan lapang dada.aku cuma bisa diam dan menjalaninya.

sejak usiaku 6 tahun sampai usia 15 tahun aku tinggal bersama ibu & bapak tiriku.aku menjalani hidup tak semudah seperti merobek kertas.hidupku sama seperti merobek besi.
sejak awal aku tidak suka dengan bapak tiriku.dia jahat YA SANGAT JAHAT!!.aku benci dengan dia.
waktu ku berumur 6 tahun.setiap malam aku tertidur pulas bersama ibuku&bapak tiri ku,aku tidak mempunyai kamar tanpa pintu.saat ibuku tertidur pulas & aku juga bapak tiriku meraba kemaluan ku dan  dia memasukkan kedua jarinya kekemaluanku & aku terbangun ketika aku merasa sakit.dia langsung melepaskan jarinya dan berpura-pura tertidur lagi disamping ibuku.aku tidak tahu kenapa dia tega melakukan seperti itu.aku sebenarnya ingin cerita dengan ibuku tapi aku takut mereka cerai.aku rela hidupku amat sakit supaya ibuku tidak menangis dan cerai lagi,cukup aku yang tersiska.aku hanya bisa menangis menanggung penderitaan ini.

sejak kejadian itu aku sangat membenci bapak tiriku.aku jarang sekali mengobrol dengannya.dan aku tidak pernah tenang tidur di malam hari.dan ia selalu berbuat seperti itu,aku hanya bisa berdoa kepada ALLAH agar ia bertaubat & sadar apa yang dia perbuat.

Dia melakukan aku seperti itu hingga ku berumur 15.tapi aku sangat bersyukur masuk tahun baru 2015 menjelang umurku 16 tahun,dia tidak seperti itu lagi.Tapi tetap saja aku membencinya.aku pernah sempat bercerita ke ibuku tapi ibuku tak percaya,jadi...apa daya aku bercerita kepadanya.
walaupun ibuku tidak percaya aku merahasiakan cerita ini kepada ibuku,dan hanya sahabat terdekatku yang tau.dikejadian ini.aku merasa sakit hati dan ditambah lagi saat aku berumur 14 tahun ayah kandungku meninggal,aku merasa tak ada siapa-siapa lagi yang menyayangiku,aku merasa gak ada yang manjain aku dengan sosok ayah sepertinya.karena aku sedih tinggal dengan ibuku,aku selalu saja dimarahin ntah itu salah apa ntah tidak,seakan-akan hidupku serba salah.dan aku hanya bisa tegar menjalani hidup ini.

tapi.. disaat hatiku rapuh seperti ini,ada seseorang yang sangat mencintai ku hingga dia ku anggap seperti ayahku karena dia sosok yang baik,perhatian,dan juga bisa ku jadikan sahabat.dan aku juga mempunyai seorang sahabat yang sangat peduli denganku.aku bersyukur mempunyai dua orang seperti mereka.bagiku mereka adalah harta untukku.

dan sekarang hidupku sangat bahagia dengan hadirnya mereka berdua.dan masalah bapak tiriku allhamdulillah aku tidak diperlakukan seperti itu.dan aku sangat bersyukur kepada ALLAH.terima kasih ya ALLAH semoga hingga kelak menjelang pernikahan bapak tiriku tidak akan seperti itu lagi.

Semoga temen-temen yang membaca sekilas cerita Sintia Melawati ini dapat mengambil hikmah serta pelajaran berharga dan terimakasih.

No comments:

Post a Comment