Sunday, May 15, 2016

Keluh Kesah Chairil Anwar yang dituangkan dalam Sebuah Puisi Berjudul Yang Terampas dan Yang Putus


Judul Puisi: Yang Terampas dan Yang Putus
Tema: Pandangan Hidup
Karya: Chairil Anwar, 1949

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS


Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

No comments:

Post a Comment